Beberapa Wali Murid SMA Dharma Karya UT Keluhkan Agenda Study Tour Yang Terkesan di Paksakan
Tangerang Selatan,bakinnews.com – Aroma tak sedap kembali menyeruak di dunia pendidikan Tangerang Selatan. Kali ini, beberapa wali murid keluhkan agenda kegiatan study tour SMA Dharma Karya UT menjadi sorotan tajam dan berkesan di paksakan. Bukan hanya dugaan pelanggaran Surat Edaran DISDIKBUD, Surat Edaran Nomor 400.3.5/4208-DISDIKBUD tertanggal 13 Mei 2024.
Meliputi Semua Jenjang Pendidikan:
Kebijakan ini mencakup semua satuan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, dan SMP, serta secara implisit juga berlaku untuk SMA, baik negeri maupun swasta, karena terbit di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Di tengah badai kritik, Ibu Retno, wali kelas XII SMA Dharma Karya UT, tampil membela program Goes To Campus (GTC) ke Semarang, Malang, dan Yogyakarta. Dalihnya, meningkatkan peluang siswa diterima di PTN “bergengsi” di luar Jabodetabek.
“Untuk Unpad, Alhamdulillah tahun ini 7 orang (diterima). ITB belum ada karena menurut laporan Bu Ambar (guru BK), anak-anak belum ada yang mendaftar melalui SNBP. Untuk SNBT sudah ada yang mendaftar, tapi belum ada yang lolos,” kilah Ibu Retno. Ia menambahkan bahwa alumni di kampus luar Jabodetabek lebih banyak, sehingga memberikan nilai tambah bagi indeks sekolah.
Namun, penjelasan tersebut bak bensin yang menyulut api. Beragam komentar pedas dari wali murid membanjiri linimasa, mencerminkan jurang perbedaan pendapat yang lebar:
– Seorang wali murid mengingatkan pihak sekolah untuk fokus pada kualitas pembelajaran, bukan sekadar mengejar gengsi study tour. “Mohon izin Ibu Retno untuk disampaikan ke kepala sekolah, anak-anak kelas XII sedang menghadapi persiapan ujian akhir nasional, mohon untuk tidak banyak libur dan juga jam kosong.. biar anak-anak mendapatkan hak belajar full…”
– Usulan agar study tour dialihkan ke kampus-kampus kenamaan di Jabodetabek juga mengemuka. “Boleh saran bu, sekali2 DK kunjungan ke kampus UI, UNPAD, ITB, IPB, supaya jadi termotivasi lagi anak anaknya masuk ke perguruan negri…”
– Kritik terhadap pemilihan kampus swasta sebagai tujuan study tour juga tak kalah pedas. “Baiknya anak-anak goes to campus-nya kampus negri berkwalitas.. agar anak-anak punya impian masuk kesana yg juga impian para orangtua.. bukan campus swasta..”
– Seorang wali murid bahkan mengeluhkan dampak fisik dan psikologis study tour terhadap siswa dan guru. “Sepengamatan saya, setelah acara di luar baik kampung inggris atau live in, KBM kurang optimal, anak-anak dan guru capek, bahkan sampai sakit.”
– Yang lebih ironis, ada wali murid yang terpaksa “angkat tangan” karena biaya study tour yang dianggap mencekik leher. “Bagaimana kalau tidak ikut GTC sama sekali, apakah ada sangsi? Karena uang GTC cukup mahal. Uang GTC bisa di gunakan untuk membayar SPP sampe tamat.”
“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Sekolah jangan hanya memikirkan citra, tapi juga harus berempati pada kondisi ekonomi wali murid. Pendidikan seharusnya inklusif, bukan eksklusif!”, tegas Pimpinan Redaksi BAKIN NEWS dengan nada geram.
Kegiatan study tour SMA Dharma Karya UT meliputi:
– Kelas X: Studi Kampung Inggris (Pare – Bali) pada 17-24 Oktober 2025.
– Kelas XI: Live in (Desa Pentingsari Sleman – Yogyakarta) pada 17-21 Oktober 2025.
– Kelas XII: Goes To Campus (Semarang – Malang – Yogyakarta) pada 19-24 Oktober 2025.
BAKIN NEWS akan mendesak DISDIKBUD Kota Tangerang Selatan untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil tindakan tegas jika ditemukan praktik-praktik yang merugikan siswa dan orang tua.
Dw. Landjari, Red
